Tipe konsumen
1. Ernest Kretschmer
Kretschmer menyatakan ada korelasi positif antara bentuk tubuh manusia dengan perilakunya berkaitan dengan ilmu Perilaku Konsumen. Ia mengkategorikan 3 tipe konsumen sbb:
KONSUMEN TIPE PIKNIS
CIRI-CIRI FISIK: BENTUK BADAN BULAT, ANGGOTA BADAN UMUMNYA AGAK PENDEK, & BERWAJAH BULAT LEBAR
KARAKTER:
(1) PERAMAH, SUKA BICARA, TENANG, & SUKA HUMOR;
(2) PENDIAM, BAIK HATI, PRAKTIS ENERGETIK
CARA MENGHADAPI:
(1) PERHATIKAN MOODNYA, & USAHAKAN BERBINCANG JIKA MEREKA MENGHENDAKI,
(2) LAKUKAN PERCAKAPAN YANG MENARIK,
(3) JANGAN TERLIBAT PERDEBATAN DENGAN MEREKA,
(4) TIDAK TERLALU “MENGAMBIL HATI” DENGAN APA YANG MEREKA UCAPKAN,
(5) BAGI YANG PENDIAM, SEBAIKNYA BERI PERHATIAN EKSTRA
KONSUMEN TIPE LEPTOSOM
CIRI-CIRI FISIK: BENTUK BADAN AGAK KECIL & LEMAH, LEHER DAN ANGGOTA BADAN MENUNJUKAN KESAN KURUS PANJANG
KARAKTER: (1) ANGKUH; (2) IDEALIS
CARA MENGHADAPI:
(1) HORMATI MEREKA SEPERTI SEORANG RAJA,
(2) BERSIKAP SABAR, HORMAT, BIJAKSANA, & SIAP MELAKUKAN PERMINTAAN MEREKA
(3) MENYAPA MEREKA DENGAN SIKAP HORMAT
KONSUMEN TIPE ATLETIS
CIRI-CIRI FISIK: BENTUK BADAN KOKOH, PUNDAK TAMPAK LEBAR, PINGGUL BERISI, ANGGOTA BADAN CUKUP PANJANG, BADAN BEROTOT & KEKAR, BERWAJAH BULAT TELUR ATAU LONJONG
KARAKTER: ENERGIK NAMUN BERPENAMPILAN KALEM, JARANG HUMOR, KAKU, & TIDAK LEKAS PERCAYA
CARA MENGHADAPI:
(1) HINDARI DEBAT KUSIR,
(2) BERI KESAN MEREKA PRIBADI YANG CERDAS,
(3) BERSABAR, TIDAK TERBURU-BURU,
(4) MEMBERI PENJELASAN YANG SISTEMATIS,
(5) HINDARI SIKAP MENGECEWAKAN MEREKA, KHUSUSNYA JIKA MEREKA TIDAK MEMBELI BARANg
2. Johnstone
Mengkategorikan konsumen sebagai konsumen pria, konsumen
wanita, konsumen remaja, konsumen lanjut usia, konsumen pendiam,
konsumen suka berbicara, konsumen penggugup, konsumen ragu-ragu,
kosnumen pembantah, konsumen pendatang, konsumen sadar, konsumen
curiga, konsumen angkuh, dan konsumen lainnya.

a. Pria
Ciri-cirinya:
1. Mudah terpengaruh oleh bujukan penjual.
2. Sering tertipu karena tidak sabaran untuk memilih dulu sebelum
membeli.
3. Punya perasaan kurang enak jika memasuki toko tanpa membeli
sesuatu.
4. Kurang begitu berminat untuk berbelanja sehingga sering terburu-
buru mengambil keputusan pembelian.
5. Mudah terpengaruh olrh nasihat yang baik, argumentasi yang
objektif.
Cara untuk menghadapi atau melayani:
1. Dilayani dengan cepat tanpa perlu banyak bicara, kecuali jika ingin
diperlakukan lain.
2. Setiap penjelasan cukup terbatas, hanya pada hal-hal yang
ditanyakan.
3. Usahakan agar dapat membeli sesuatu yang dirasakannya cocok,
jangan sampai ia menyesal, sebab ia tidak akan kembali ke toko
Anda nantinya.
4. Jangan memperlihatkan barang-barang yang memiliki warna
mencolok.
b. Wanita
Ciri-cirinya:
1. Tidak mudah terbawa arus atau bujukan penjual.
2. Lebih bayak tertarik pada warna dan bentuk, bukan pada
kegunaannya, karena wanita lebih perasaan daripada pria.
3. Juga lebih banyak tertarik pada gejala mode, terutama pada remaja
putrid, dan bahkan belakangan ini remaja putra pumn mulai tertarik.
4. Mementingkan status sosial, wanita jauh lebih peka.
5. menyenangi hal-hal yang romantis daripada objektif.
6. Mudah meminta pandangan, pendapat, atau pun nasihat dari orang
lain.
7. Kurang begitu tertarik pada hal-hal teknis dari barang yang akan
dibelinya.
8. senang berbelanja, sehingga sering kali sukar untuk cepat
menentukan barang mana yang akan dibelinya.
9. Cepat merasakan suasana toko.
Cara memperlakukan:
1. Wanita senang menyediakan banyak waktu untuk berbelanja
sehingga mereka akan merasakan kesenangan tersendiri jika dapat
memilih dari persediaan barang yang bayak.
2. Wanita lebih peka akan suasana toko, maka untuk melayaninya pun
diperlukan kesabaran yang tinggi, penuh perhatian, tidak cepat
tersinggung, dan sebagainya.
3. Sangat tertarik jika ada penjualan-penjualan khusus, misanya obral,
sehingga dapat membeli dengan semurah mungkin.
4. Wanita memiliki peranan dalam mengatur uang belanja, maka factor
harga seringkali memainkan peranan yang amat penting, apalagi
wanita lebih berbakat hemat dibandingkan pria.
c. Remaja
Ciri-cirinya:
1. Remaja amat mudah terpengaruh oleh bujukan penjual.
2. Mudah terbujuk iklan.
3. Tidak berpikir hemat.
4. kurang realistis, romantis, dan impulsive.
d. Lanjut usia
cirri-cirinya:
1. Umumnya kelompok ini memiliki pola berpikir yang sesuai dengan
pengalaman hidupnya. Seringkali menampakkan tingkah laku seolah-
olah mereka adalah terpandai, penjual sering dianggap anak kecil
yang tidak mengetahui apa pun.
2. Tidak bisa mengikuti perputaran jaman, sehingga seringkali
menanyakan barang-barang yang sudah tidak diproduksi lagi.
3. Tidak terburu-buru dalam mebeli barang, bahkan senang berbincang
dulu dengan penjual.
4. Kehidupan sekarang dirasakannya amat tidak menyenangkan.
5. Bersikap tenang dan ramah, terutama kaum wanitanya cenderung
menunjukkan rasa keibuannya kepada yang lebih muda.
Cara yang terbaik untuk melayaninya:
1. Harus banyak mensisishkan waktu untuk melayaninya, penuh
pengertian dan kesabaran disesuaikan dengan kecepatan gerak
pelanggan.
2. Dengarkan nasihat-nasihat mereka dengan baik, dan jangan secara
langsung mencoba berdiskusi tentang zaman gemilang yang telah
lampau.
3. Bila harus menasihatinya, janganlah berbuat seolah-olah nasihat
tersebut datangnya dari orang yang lebih muda, tetapi coba usahakan
kesan bahwa nasihat tersebut datang dari orang yang sebaya
dengannya.
4. Dapat juga mmeinta tolong kepada penjual yang agak lanjut usia
sebab pelanggan biasanya akan lebih percaya.