filasafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industry dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisinis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang di atur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum. Etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas berarti aspek baik atau buruk, terpuji atau tercela, dan karenanya diperbolehkan atau tidak, dari perilaku manusia. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia, dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting. Prinsip-prinsip etika bisnis yang berlaku dalam kegiatan bisnis yang baik sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia. Artinya prinsip-prinsip etika bisnis tersebut sangat erat kaitanya dengan sistem nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat. Menurut sonny Keraf terdapat lima prinsip etika bisnis, yaitu :

1. Prinsip otonomi Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak dengan berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukannya. Pelaku bisnis yang otonomi berati orang yang tahu dan sadar sepenuhnya mengenai keputusan dan tindakan yang telah diambilnya akan sesuai atau bertentangan dengan nilai atau norma moral tertentu. Sesorang yang bertindak secara otonomi berati ada kebebasan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keputusan yang menurutnya terbaik, karena hanya seseorang yang memiliki kebebasan yang bisa dituntut untuk bertindak etis sesuai dengan nilai moral tertentu. Hal ini sama berlaku pula dalam bisnis, jadi pelaku bisnis yang atonomi adalah orang yang tahu dan sadar akan tindakanaya, bebas dalam melakukan tindakanya, tetapi juga sekaligus juga bertanggung jawab atas tindakanya. Ketiga unsur ini sangat penting dan tidak bisa dipisahkan satu dengan lainya. Prinsip otonomi ini pada akhirnya memungkinkan inovasi, mendorang kreativitas serta meningkatkan peoduktivitas.

2. Prinsip kejujuran Prinsip kejujuran sangat relevan dan mutlak sangat diperlukan dalam dunia bisnis. Kejujuran merupakan kunci keberhasilan para pelaku bisnis untuk mempertahankan bisnisnya dalam jangka panjang dalam dunia bisnis yang pesaingnya sangat ketat. Ada tiga alasan mengapa prinsip kejujuran sangat relevan dalam dunia bisnis, Alasan yang pertama adalah kejujuran relevan dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian, dalam menentukan relasi dan kelangsungan bisnis masing-masing pihak selanjutnya. Alasan yang kedua adalah kejujuran relevan dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding karena kepercayaan konsumen adalah hal pokok bagi pengusaha. Alsan yang ketiga adalah kejujuran juga releven dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan. Suatu perusahaan tidak akan bisa bertahan jika hubungan dalam perusahaan tidak dilandasi oleh prinsip kejujuran. Ketiga alasan tersebut menunjukan dengan jelas bahwa prinsip kejujuran adalah prinsip yang sangat penting.

3. Prinsip keadilan Prinsip keadilanmenuntut agar setiap orang diperlakukan sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan. Dasr dari prinsip ini adalah penghargaan atas harkat dan martabat manusia beserta hak-hak yang melekat pada manusia.

4. Prinsip saling menguntungkan Prinsip keadilan menuntut agar tidak ada pihak yang dirugikan hak dan kepentinganya, maka prinsip saling menguntungkan secara positif menuntut hal yang sama, yaitu agar semua pihak berusaha untuk saling menguntugkan satu sama lain. Tujuan utama dari prinsip bisnis adalah untuk memperoleh keuntungan. Dengan kata lain, prinsip saling menguntungkan menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut.

5. Prinsip integeritas moral Prinsip integeritas moral dihayati sebagai tuntutan internal dari diri pelaku bisnis agar bisa menjalani bisnis dengan menjaga nama baik dan nama baik perusahaanya. Dalam kata lain prinsip ini merupakan tuntutan dan dorongan dari dalam diri pelaku bisnis dan perusahaanya untuk berbisnis sedemikian rupa agar adapat menjadi yang paling unggul dan dapat dipercaya. Dengan kata lain prinsip ini merupakan tuntutan dan dorongan dari dalam pelaku bisnis dan perusahaan untuk menjadi yang terbaik dan dibanggakan.